Carica buah pepaya kerdil Dieng

, , Leave a comment

Carica si buah papaya kerdil yang banyak mengundang rasa penasaran wisatawan ini menjadi kudapan khas Dieng yang wajib untuk di cicipi. Tidak hanya dimanjakan dengan pemandangan alam mengagumkan saja tapi carica si buah papaya kerdil dari Dieng ini mampu membuat lidah Anda bergoyang dan ketagihan untuk mencicipinya. Dieng memiliki iklim serta cuaca yang unik sehingga banyak terdapat tanaman endemik seperti buah carica. Tanaman carica yang dijuluki pepaya mungil ini tumbuh subur di area Dataran Tinggi Dieng dan hanya tumbuh dengan baik mulai dari ketinggian 1.800 hingga 2.200 meter diatas permukaan laut pada ketingian tersebut kualitas buah carica Dieng sangatlah baik.

carica dieng

Tentang Carica Dieng

Carica Dieng merupakan family dari Carica Papaya yaitu sebangsa buah pepaya yang biasa kita kenal sebagai buah kaya manfaat yang hidup di iklim tropis seperti di Indonesia dengan daging buah lunak, berbiji hitam (pahit dimakan) kemudian memiliki daun lebar menjari. Begitu juga buah carica, dari segi tanamanya hampir sama dengan kebanyakan buah pepaya yang Anda kenal akan tetapi buah carica sangatlah unik karena hanya bisa tumbuh di kawasan Dieng Plateau (Indonesia).

Carica Dieng berasal dari America latin yang dibawa oleh bangsa Belanda dan dikembangkan di Dieng oleh Ir. Krammers sekitar tahun 1900 dan kini tersebar luas di ladang-ladang pertanian di Dieng. Dahulu petani di Dieng tidak melirik sedikitpun tentang buah carica, mereka hanya menanam begitu saja sebagai pohon perindang dan selingan dari tanaman kentang tapi kini bisnis pengolahan carica sangatlah popular karena begitu banyak permintaan pasar yang tinggi.

Bentuk pohon yang mirip seperti pohon pepaya ini hanya tumbuh di dataran tinggi Dieng dan memiliki buah unik seperti belimbing menempel rimbun pada ujung-ujung batang pohon di sela-sela tangkai daun. Jika masih mentah buah carica berwarna hijau dan tidak enak dimakan, bila sudah masak berwarna kekuning-kuningan serta beraroma sangat wangi seperti aroma buah markisa. Apabila dimakan langsung bukanlah daging buahnya seperti papaya kebanyakan akan tetapi bijinya yang berwarna putih berlendir dan rasanya asam manis beraroma sedap yang tidak terdapat pada buah lain. Daging buahnya sangat enak di buat menjadi manisan carica yang diproduksi secara home industry dan dikemas dalam botol-botol kemasan baik dalam cup plastic atau botol kaca yang terkenal dengan Carica Dieng.

Cara mengolah manisan carica Dieng

Carica Dieng telah menjadi oleh-oleh khas yang wajib di bawa oleh para wisatawan setelah mereka berlibur ke Dieng. Olahan carica ini banyak tersedia di etalase toko oleh-oleh khas dengan berbagai brand merk dan kemasan. Olahan yang paling terkenal dari buah carica adalah manisan carica basah yang dikemas bersama sari-sari air buah carica. Harga manisan carica Dieng ini sangat bervariasi mulai dari Rp3.000 I cup kecil, Rp 5.000 / 1 cup sedang, Rp 15.000/1 cup botol kaca. Biasanya carica dijual per 1 dus berisi 6 cup hingga 12 cup tergantung home industry yang memproduksi. Bila Anda penasaran dan membawa buah papaya kerdil dari Dieng ini, berikut cara-cara mengolah buah carica sendiri.

Pertama-tama pilihlah buah carica yang berwarna kuning atau sudah masak tetapi jangan terlalu lembek agar hasilnya lebih kenyal. Langkah kemudian mengupas buah carica tersebut dan di cuci dengan air hangat supaya tidak gatal dan getahnya bersih tidak menempel lagi pada daging buah. Kemudian potonglah buah carica sesuai selera bisa memanjang bisa persegi dan dipisahkan dari biji carica. Biji carica yang sudah dipisahkan janganlah dibuang akan tetapi diambil sarinya dengan cara di beri air hangat dan di saring sehingga biji hitamnya tidak ada dalam sari buah.

Didihkan air sari buah carica diatas yang sudah disaring dan ditambah gula pasir. Kemudian masukkan potongan-potongan daging buah carica . Jangan terlalu lama memasak daging buah carica sesegera mungkin matikan kompor agar carica lebih kenyal. Manisan carica siap di sajikan, bila ingin lebih enak dan segar bisa dimasukkan kedalam kulkas.

 

Leave a Reply